Monday, March 6, 2017

Kedatangan Raja Salman Jadi Simbol Toleransi Beragama di Bali




PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Jakarta,   Sejumlah warga di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, mengaku senang dengan adanya kunjungan Raja Salman bin Abdulazis al Saud di Pulau Bali. Bahkan bagi mereka, kunjungan yang bersifat pribadi itu memiliki makna toleransi yang bisa menjadi bahan renungan untuk masyarakat Indonesia.
Aro Wibisono misalnya, seorang pelajar SMA di Bali mengaku gembira dengan kunjungan Raja beserta sekitar 1.500 anggota rombongannya.
Menurut pria yang berasal dari Dalung Permai, Badung itu, kunjungan Raja Salman merupakan sebuah agenda yang cukup mengagetkan, karena belum pernah sebelumnya ada salah satu tokoh besar dari negara Islam yang berkunjung ke Bali.
Sementara itu, salah seorang jamaah Masjid Ibnu Batutah di Nusa Dua, Agus Susanto menilai kunjungan Raja Salman menunjukkan sikap toleransi. "Hal tersebut tentunya mampu menepis anggapan sejumlah pihak bahwa Islam merupakan agama yang keras terhadap pemeluk agama lain," ujar Agus seperti dilansir dari Antara.

Selain itu, sikap warga Bali yang menerima kedatangan rombongan dari Arab Saudi itu, kata Agus juga mencerminkan toleransi warga Hindu terhadap kaum dari luar Hindu.
Pandangan serupa juga dikemukakan salah seorang jemaat dari Gereja Katholik Maria Bunda Segala Bangsa, Lilis Dewanto. Jemaat gereja yang sudah 20 tahun menetap di Bali itu menganggap kedatangan Raja Salman diharapkan bisa membawa kedamaian dan dampak positif bagi warga lokal.
Dengan sikap toleransi yang dicerminkan Raja Salman, dia pun berharap tokoh besar tersebut mau berkunjung ke kawasan peribadatan di Puja Mandala.
Sebelumnya, saat Raja Salman tiba di Base Ops TNI AU I Gusti Ngurah Rai, sebanyak enam tokoh agama turut menyambut Sang Raja ketika turun dari pesawat yang ia tumpangi.
Bahkan salah seorang di antaranya merupakan Romo dari Gereja Katholik Maria Bunda Segala Bangsa, yang menyambut dan memberikan salam kepada Raja Salman menggunakan Bahasa Arab.
Romo Evensius Dewantoro, romo yang menyambut Raja Salman di Base Ops mengatakan, kedatangan itu menunjukkan sikap raja yang mau menerima, berhubungan, dan merangkul golongan yang berbeda.
Ia pun menggambarkan bahwa kunjungan Raja Salman telah membawa "wajah" Islam sebagai agama yang teduh.
Di tengah-tengah situasi politik Indonesia yang kacau akibat pandangan sempit dari sejumlah golongan atas golongan yang lain, kunjungan Raja Salman justru memunculkan pandangan bahwa keberagaman merupakan sesuatu yang bermanfaat untuk membangun bangsa.

Sumber - liputan6.com
rhd - rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Wednesday, September 21, 2016

SIMAK! Inilah Daftar ‘Korban’ Serangan Maut Marissa Haque

pt rifan financindo berjangka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKAFENI ROSE bukan satu-satunya korban hujatan Marissa Haque. Beberapa nama sudah pernah dihujat maupun perang argumen dengan ibu dua anak itu.
Bedanya, kali ini Feni tampak tidak tertarik mengomentari hujatan Marissa padanya.
Padahal hujatan Marissa untuknya terbilang sangat kasar. Bahkan seolah mendoakannya mengidap penyakit kanker.
Namun, Feni tidak bergeming. (flo/jpnn)
Berikut daftar orang yang pernah bermasalah dengan Marissa:
ADDIE MS
Selain Feni, ada nama komposer musik Addie MS yang perang argumen dengan Marissa di media sosial.

Konflik di 2012 itu sebenarnya diawali  oleh Dee Kartika yang mempertanyakan keabsahan gelar doctoral Marissa
Dari situlah tersulut emosi Marissa dan konflik pun menyeret nama Addie MS dan keluarganya.
Pasalnya, Dee berada di grup vocal bersama istri Addie MS, Memes.
Saat itu Marissa kemudian melakukan twitwar dengan Addie dan putranya Kevin Aprillio.
Di situ Marissa juga di-bully netizen karena perkataannya yang tidak menunjukkan sebagai orang berpendidikan dan seorang ibu.

RATU ATUT CHOSIYAH
Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah juga pernah terlibat konflik dengan Marissa. Itu terjadi pada 2009 silam.
Saat itu, Marissa mengungkap bahwa ijazah Ratu Atut yang akan maju pilkada adalah palsu.
Seperti biasa, berbagai cercaan pun dituangkan Marissa melalui Twitter-nya.
Ratu Atut berang dan berniat memolisikan Marissa ketika itu.
Pada 2013 lalu saat Ratu Atut ditangkap KPK, Marissa menjadi orang yang paling bahagia.
Dia menertawakan nasib yang menimpa gubernur tersebut.

RANO KARNO
Nama Gubernur Banten Rano Karno juga pernah kena sindiran maut Marissa.
Itu karena Rano menjadi Wakil Gubernur Banten mendampingi Ratu Atut. Maklum, Atut dan Marissa sudah berseteru sejak 2009.
Karena itu, dia terus melancarkan serangan. Marissa menyebut Rano sebagai krooni Atut.
Beruntung perseteruan ini tidak sepanjang konflik Atut dan Marissa

Sumber : jpnn.com
rhd - rifanfinancindo